Perlukah Microtransactions Pada Sebuah Game ?


Halo sobat toxic, kali ini gua mau ngebacot soal keresahan gua tentang microtransaction pada suatu game. Kenapa gua mau bahas ini ? Karena makin kesini microtransaction itu makin gila dan ga ngotak sama sekali. 

Bagi kalian yang gak tau apa itu microtransaction, microtransaction pada dasarnya adalah sebuah sistem dimana kalian mengeluarkan uang real untuk membeli sebuah item, kostum, atau pun aksesoris untuk memperindah karakter kalian, tanpa memberikan efek khusus terhadap skill maupun battle point kalian. 

Biasanya microtransaction kalian bisa jumpai di game-game free to play yang bergenre MMORP, RPG dan FPS. Disatu sisi gua masih bisa memaklumi adanya microtransaction pada game free to play, alias game gratisan, karena pihak developer butuh biaya untuk ngebuild game nya, terlebih sewa server nya. Tapi tetap saja, kalau microtransaction nya yang udah ga ngotak, pasti bakal bikin kesel juga. Tapi kali ini yang mau gua lebih tekankan adalah, game berbayar. Game yang sudah kalian beli dengan harga full price, namun ujung-ujung nya kalian masih harus mengeluarkan uang real untuk membeli sebuah item lagi. Itu kan gila, pemerasan secara paksa namanya. 
Microtransaction sendiri bentuk nya macam-macam, tergantung pihak developer game nya. Tapi yang paling sering kita jumpai adalah berupa loot box dan gacha. Dimana kalian gambling untuk mendapatkan item yang tidak pasti apakah kalian dapat atau tidak. 
Pada suatu game biasanya ada 2 jenis loot box, yang free dan berbayar. Nah disini nih kampret nya developer game. Pada awal-awal permainan, biasanya kita dihadapkan dengan loot box yang berbayar tapi diberikan secara cuma-cuma. Dan pada awal kita membuka loot box yang berbayar, pihak developer bakalan ngasih kita item rare, atau rank S yang akan membuat kita merasa senang. Tapi balik lagi, itu cuman akal licik dari developer game. Pada hari besok nya ketika kita main, kita sudah tidak  bisa buka loot box yang berbayar, dan kalau mau buka loot box yang berbayar, kita harus beli berupa diamond atau ruby semacam nya, dan harga nya juga tidak murah. Nah, jika kita tidak punya uang untuk beli diamond, maka ada alternatif nya, yaitu dengan membuka loot box gratisan. Pada loot box gratisan ini, kalian jangan banyak berharap akan dapat item rare. Karena biasanya item yang didapatkan hanya rank D samai B, itu pun kemungkinan untuk dapat item rank B itu kecil sekali. Ujung-ujung nya kalian hanya akan mendapat item sampah yang gak guna.
Mungkin diantara kalian ada niat buat grinding untuk dapetin item yang kalian cari. Tapi, biasanya usaha tersebut akan sangat lama untuk kalian dapatkan, yang akan bikin kalian frustasi dan pada ujung-ujungnya akan dihadapkan dengan loot box lagi.

Kita semua tahu, kalau raja nya microtransaction adalah EA. Dari data table ini kalian bisa lihat, bahwa peningkatan Extra Content dari EA terus meningkat setiap tahunnya.

Bayangkan kalian membeli game dengan harga 700ribu, tapi pengeluaran untuk kalian beli loot box nya lebih dari harga game nya. Itu kan gila banget, buat apa kalian harus beli game full price. Mending game nya dibikin gratis aja sekalian kalau ujung-ujung nya tetap harus ngeluarin duit lagi.

Dari table yang gua ambil dari www.gamingfeature.com tahun 2018.
Mayoritas player sebanyak 68,8% hanya menginginkan microtransaction berupa kostum saja. Ingat, hanya kostum. Bukan unlock karakter seperti NBA2K18, Star Wars Battlefront 2, atau game-game brengsek lain nya harus harus beli loot box buat dapetin karakter.

Kalau seperti ini terus, lama kelamaan pihak developer bakal makin gila lagi, bisa-bisa setiap mau bikin id game aja harus kena biaya tambahan lagi, bikin karakter harus ada biaya tambahan, buka menu game kena biaya lagi. Semua aja bikin microtransaction. Bahkan yang paling gua takutkan adalah ketika game busuk dengan full price, tapi masih ada loot box di dalam nya, lebih sinting lagi kan.
Nah sampai disini kalian udah tahu kan betapa liciknya developer pada suatu game. Kalian sudah membeli game secara full price, tapi harus dipaksa membeli loot box. Ya apa gunanya kalian beli game secara full price kalau pada akhirnya harus mengeluarkan uang lebih juga. 

Setelah kalian tahu tentang kejam nya microtransaction, apakah kalian masih berpendapat kalau microtransaction adalah hal yang baik dan wajar pada sebuah game? 
Ya harapan gua ke player-player lain, mau gamer konsol, mobile, pc, apapun itu. Gunakanlah microtransaction secara bijak dan pada tempatnya. Kalau kalian lihat sistem microtransaction pada suatu game sudah tidak layak, lebih baik jangan kalian lanjutin. Karena ujung-ujungnya hanya akan menguntungkan pihak developer saja.

Oke sekian bacotan gua kali ini, mau kalian suka atau tidak, tapi ini memang inilah faktanya. Kolom komentar gua buka, silahkan kalian berbacot ria, selagi argumen kalian valid dan sesuai dengan topik yang gua bahas tentang pentingkah microtransactions pada sebuah game. Stay tune di toxicgamezone untuk selalu update berita seputar game dan gadget lainnya. And see u next time.

Author: Lin
  

Posting Komentar

0 Komentar