Perjalanan Playstation di Era Digital



Halo sobat toxic, kabar dari Playstation 5 rupanya sudah semakin terlihat di depan mata ya, setelah Sony memperkenalkan DualSense mereka beberapa waktu kemarin. Nah sambil menunggu jadwal rilisnya, bagaimana kalau kita sediikit flashback ke masa lalu, kita lihat bagaimana sejarah dan perjalanan Sony dalam merintis Playstation mereka. Oke langsung aja kita naik mesin waktu, dan meluncur ke masa lalu....


Playstation 1 

Tahun 1994, merupakan awal dari perjalanan Playstation. Sebuah perusahaan yang dinaungi oleh Sony Interactive Entertainment merilis konsol pertama yang menggunakan teknologi compact disc (CD), yaitu Playstation 1 dan Playstation X. Konsol ini memiliki kemajuan yang pesat dibidang hardware dan grafis jika dibandingkan konsol lain pada era nya seperti Sega dan Nintendo. 

Untuk urusan hardware, Playstation 1 dibekali 3232-bit MIPS dengan kecepatan 33 mhz untuk CPU, 32-bit R800A (33mhz) untuk GPU, serta RAM sebesar 2MB, dan resolusi 640x480.

Playstation juga merupakan sebuah konsol yang memperkenalkan memorycard, dimana player dampat menyimpan file save game mereka dan bisa di buka di konsol Playstation 1 lainnya.

Untuk segi ukuran, memorycard di era Playstation 1 hanya sebesar 1 MB.


Banyak game-game besar yang rilis dan sukses dimasa nya, bahkan sampai lanjut ke era saat ini, seperti Final Fantasy series, Crash Bandicot, GTA, Digimon, Winning Eleven, Harvest Moon, Teken dan sebagainya.


Playstation 1 juga merupakan era dimana muncul nya sebuah komunitas game kecil-kecilan, mulai dari munculnya rental Playstation. 

Playstation 2 


Setelah kesuksesan dari Playstation 1, tahun 2000 Sony Interactive Entertainment memperkenalkan konsol baru yang digadang-gadang sebagai konsol killer dan konsol yang spesifikasinya melebihi komputer. Playstation 2, hadir dengan banyak nya improve dari pendahulunya. Yang menonjol dari Playstation 2 adalah segi desain dan logonya, yang hingga saat ini Playstation masih menggunakan warna hitam sebagai ciri khas dari konsol-konsol mereka.


Berbeda dari Playstation 1, Playstation 2 memiliki spesifikasi yang jauh diatas Playstation 1, terlebih soal grafik. Playstation 2 menggunakan teknologi 64-bit Emotion Engine secepat 299 mhz untuk CPU, Graphic Synthesizer secepat 147 mhz untuk GPU, dengan RAM sebesar 32 MB, dan VRAM sebesar 2MB.
Sama seperti pendahulunya, Playstation 2 masih memakai memorycard sebagai media penyimpanan mereka, namun telah mengalami peningkatan sebesar 8 MB, bahkan ada yang sampai 128 MB.


Kenapa Playstation 2 disebut sebagai konsol terbaik pada masanya, karena pada tahun tersebut belum ada komputer yang mampu menyaingi Playstation 2, baik dari segi hardware maupun grafis. Kalau kalian ingat game GTA San Andreas, game itu selain rilis di Playstation 2 juga rilis di PC.
Namun banyaknya kualitas texture yang dikurangi, karena terlalu berat untuk spesifikasi pada masa itu, begitu pun game lainnya yang masuk ke PC.

Playstation 3 


Tahun 2006, merupakan tahun dimana konsol dan PC mulai berjalan bersamaan. Dimana pada tahun tersebut spesifikasi PC sudah hampir menyaingi konsol, namun masih belum bisa sepenuhnya mengalahkan teknologi dari konsol. Playstation 3 melakukan perubahan besar-besaran, dari segi hardware maupun software dengan element yang sangat berbeda dari 2 seri pendahulunya.

Playstation 3 ditenagai dengan sistem CPU 6 Core Cell (3,2 ghz), Reality Synthesizer secepat 500 mhz untuk GPU, dan dibekali RAM sebesar 256 MB XDR (3,2 ghz) serta VRAM sebesar 256mb GDDR3 (700 ghz). Tidak tanggung-tanggung, Playstation 3 juga dibekali GPU yang bekerja sama dengan Nvidia.

Playstation 3 juga merupakan konsol petama yang memperkenalkan teknologi Blue Ray Disc, serta dihapusnya fitur memory card karena Playstation 3 sudah dibekali sistem hard disk yang dapat menyimpan data hingga 250 GB. Tidak hanya itu, Playstation 3 juga mengusung wireless controller, dimana para player tidak perlu khawatir akan kusut saat bermain, karena tidak adanya kabel pada controller Playstation 3.


Pada era Playstation 3, mulailah sebuah era digital sesungguhnya. Dimana kita tidak hanya sekedar bermain dalam 1 ruangan, tapi juga bisa main dengan teman kita yang jauh. Yup, online. Pada era inilah bibit dari profesional gamer bermunculan. Dan pada era ini juga, muncul developer sampah yang mulai mencari kesempatan dengan konten tambahan atau DLC.
Pada era ini banyak gamer yang tidak setuju dengan hadirnya DLC dan menganggap kalau itu hanyalah pembodohan dan hanya sekedar buang-buang uang. Tapi faktanya di tahun 2020 ini, gamer-gamer seolah sudah terbiasa dengan sistem DLC dan microtransaction. Kenapa microtransaction bisa laku keras, sebelumnya sudah pernah gua bahas di toxicgamezone. 

Playstation 4 


Era Playstation 4. Dimana sebuah era teknologi komputer sudah berkembang sangat pesat. Muncul video graphic mainstream hingga high end yang mampu bersaing dengan teknologi Playstation 4.

Konsol yang dirilis pada 15 November 2013 ini dibekali tenaga dari procesor AMD HD 7670 (1ghz) GPU A10 APU dengan VRAM 1GB, kapasitas RAM sebesar 8GB dan storage penyimpanan maksimal 1 TB. Tentu mendengan spesifikasi tersebut, komputer jaman sekarang sudah dapat melibas dengan mudahnya.


Pada era ini game-game banyak keluar dari developer besar. Namun yang perlu disayangkan, hampir 60% nya hanyalah konten remastered dan remake.

Meskipun ada beberapa game yang memiliki new fresh element, tapi sebagian banyak adalah konten remake, dan hanya melanjutkan seri dari game pendahulunya. Seperti Final fantasy, yang tidak pernah skip sekalipun dari Playstation 1. 


Namun tidak semua player PC dapat merasakan game Playstation 4. Karena Playstation 4 memiliki game-game eksklusif yang hanya mereka jual di konsol itu.
Sebut aja seperti The Last of Us, Beyond:Two Soul, Heavy Rain, Until Dawn, Infamous Second Son, dan lainnya. 

Harapan Kedepan


Dengan nanti hadirnya Playstation 5, harapan gua dan gamer-gamer lain adalah, kurang-kurangin sistem microtransaction idiot itu khususnya developer game, karena secara perlahan pasti bakal ngurangin daya tarik dari game yang lu jual tentunya. Tidak hanya microtransaction, tapi kurang-kurangin juga game remake/remastered. Perbanyak game-game baru yang new fresh element. Karena kita sebagai gamer juga ingin memainkan game-game yang baru, bukan hanya sekedar game jadul yang diremake terus dijual dengan harga setinggi-tingginya. 


Oke sekian dulu pembahasan gua tentang perjalanan Playstation di era digital kali ini, pantau terus website kita di toxicgamezone.com dan follow sosmed kita di @toxicgamezone biar update sama berita seputar game maupun gadget lainnya. And see u next time.

Author: Lin
 
 


Posting Komentar

0 Komentar